Pengalaman Tak Terlupakan GM PT DBL Indonesia di Amerika
Tiga Minggu Jadi "Karyawan" di Perusahaan Apparel Olahraga
Rabu, 10 Oktober 2012 – 01:00 WIB

PESERTA ISTIMEWA: Masany Audri (batik merah) bersama para peserta Global Sports Mentoring Program bertemu Menlu AS Hillary Clinton, Kamis (4/10). Foto : Dokumentasi US Department of State.
Selama di sana, istri Santun Fredrik Sihotang itu didampingi dua mentor. Yakni, Tori Hanna, director global sports marketing, dan Michelle Tanney, senior manager marketing operation Under Armour. Selama tiga minggu di sana, Masany merasakan telah menjadi bagian dari kultur perusahaan tersebut. Dia mendapat perlakuan yang sama seperti karyawan lainnya.
"Misalnya, saya harus masuk pukul 9 pagi dan pulang pukul 5 sore. Saya juga mendapat ID, meja dan komputer, plus access card ke berbagai ruangan hingga ke studio pameran produk terbaru mereka," ungkapnya.
Masany juga pernah mendapat kesempatan untuk masuk ke ruangan teknologi dan inovasi produk Under Armour. Padahal, hanya 20 orang di antara 5.000 karyawan yang memiliki akses masuk ke dalam ruangan "rahasia dapur" tersebut.
Masany menyatakan, lima minggu mengikuti kegiatan GSMP sangat menyenangkan dan tak akan terlupakan. Tapi, tiga minggu di Under Armour merupakan momentum terbaik yang dirasakannya.
General Manager (GM) PT DBL Indonesia Masany Audri Gultom baru pulang dari Global Sports Mentoring Program (GSMP) di Amerika Serikat. Bukan cuma
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara