Pengalaman Tak Terlupakan GM PT DBL Indonesia di Amerika
Tiga Minggu Jadi "Karyawan" di Perusahaan Apparel Olahraga
Rabu, 10 Oktober 2012 – 01:00 WIB

PESERTA ISTIMEWA: Masany Audri (batik merah) bersama para peserta Global Sports Mentoring Program bertemu Menlu AS Hillary Clinton, Kamis (4/10). Foto : Dokumentasi US Department of State.
"Saya belajar banyak hal. Mengenal kultur perusahaan, perspektif terhadap pasar, hingga strategic plan dalam industri olahraga. Semua itu memberikan ide-ide segar untuk diimplementasikan di Indonesia," ucapnya.
Menurut Masany, Under Armour memiliki kemiripan dengan PT DBL Indonesia. Perusahaan itu masih tergolong muda dan hampir 80 persen karyawannya anak muda. Kekuatan anak muda di perusahaan Under Armour sangat terasa. "Antusiasme dan energinya luar biasa besar," katanya.
Selama mentoring, bukan hanya Masany yang belajar. Pihak Under Armour juga antusias mengajak diskusi. Kesempatan itu dimanfaatkan Masany untuk menceritakan perkembangan industri olahraga di Indonesia.
"Mereka sangat tertarik pada aktivitas PT DBL selama ini. Mereka juga bilang bukan tidak mungkin menjajaki pasar Indonesia," lanjut dia.
General Manager (GM) PT DBL Indonesia Masany Audri Gultom baru pulang dari Global Sports Mentoring Program (GSMP) di Amerika Serikat. Bukan cuma
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara