Pengalaman Tak Terlupakan GM PT DBL Indonesia di Amerika
Tiga Minggu Jadi "Karyawan" di Perusahaan Apparel Olahraga
Rabu, 10 Oktober 2012 – 01:00 WIB

PESERTA ISTIMEWA: Masany Audri (batik merah) bersama para peserta Global Sports Mentoring Program bertemu Menlu AS Hillary Clinton, Kamis (4/10). Foto : Dokumentasi US Department of State.
Selain mendapat banyak ilmu, Masany memperoleh sejumlah kesempatan istimewa selama berada di Negeri Paman Sam. Selasa (18/9), dia diundang dalam acara resmi penghormatan Presiden Barack Obama kepada tim pemenang Women"s National Basketball Association (WNBA) 2011, Minnesota Lynx.
Lalu, Rabu (3/10), Masany terpilih bersama dua peserta GSMP lainnya, Aparna Popat (mantan atlet bulu tangkis dari India yang tampil di Olimpiade) dan Grace Kiraguri asal Kenya. Mereka diundang mengikuti summit espnW: Women + Sports. Dalam acara yang diadakan di Ritz-Carlton, Dove Mountain, Tucson, Arizona, tersebut, Masany diminta menceritakan pengalamannya mengikuti GSMP.
Puncaknya, Kamis (4/10), seluruh peserta program mendapat kesempatan bertemu Menlu AS Hillary Rodham Clinton. GSMP memang berada di bawah departemen Hillary. Untuk pertemuan yang berlangsung di kantor US Department of State siang itu, Masany mengenakan busana khas Indonesia, batik merah. Hillary menyampaikan rasa puas atas keberhasilan program tersebut.
"Memberikan kesempatan yang lebih besar kepada perempuan dalam bidang olahraga bukan hanya sesuatu yang baik, tetapi juga cerdas," ujar Hillary.
General Manager (GM) PT DBL Indonesia Masany Audri Gultom baru pulang dari Global Sports Mentoring Program (GSMP) di Amerika Serikat. Bukan cuma
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara