Pengamat: Hasil Pilkada Berikan Pertanda Baik Bagi Jokowi di Pilpres 2019

Di Jawa Tengah, pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah yang didukung partai Prabowo Gerindra mendapat 40 persen suara dalam penghitungan suara, padahal dalam jaka pendapat sebelumnya mereka diperkirakan hanya akan mendapat 20 persen suara.
"Ini menunjukkan mereka mampu memanfaatkan beberapa sentimen konservatif religius dalam pemilihan yang lebih luas dan mereka akan dapat melakukannya pada tingkat yang jauh lebih besar tahun depan, sehingga bisa menjadi tantangan lebih besar bagi Jokowi,;" tambah Vedi.
Dalam sebuah survei lain yang dilakukan oleh lembaga peneliti politik di Indonesia, Poltracking, ditemukan 53 persen warga masih bisa mengubah pilihan mereka menjelang pilpres 2019.
Pemilihan membuat perpecahan agama

Poltracking juga menemukan ada 58,5 persen dari pemilih mempertimbangkan latar belakang agama bagi calon presiden dan wakil presiden.
Menurut Vedi, hal ini bisa menjadi masalah bagi Presiden Jokowi, yang secara historis tidak terlalu populer di kalangan Muslim konservatif.
"Latar belakang sosial [Jokowi] tidak menunjukkan kualitas Islam yang kuat dan ini bisa menghadangnya," katanya.
Kandidat Doktor dari Australia National University, Thomas Power mengatakan, lawan politik Presiden Jokowi telah mengambil kesempatan dari gerakan yang menurunkan mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok.
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia