Pengamat Sebut Pom Listrik Jadi Peluang Bisnis Masa Depan

"Bisnis SPKLU sangat menjanjikan keuntungan yang relative bagus. Apalagi kedepan, kebutuhan SPKLU diperkirakan mencapai 48 ribu titik dan 196 ribu titik untuk SPBKLU di Indonesia," kata Eko.
Eko juga menjelaskan, kajian yang dilakukan ENTREV, bisnis charging station ini juga memiliki tingkat pengembalian investasi yang cepat dan menguntungkan.
"Dari model bisnis yang dikembangkan oleh ENTREV, dengan memperhitungkan kondisi kebijakan dan regulasi seperti saat ini maka jika ditarik dengan durasi Waktu 10 tahun, maka Equity IRR-nya bisa mencapai 15 persen dengan perhitungan moderat payback periode-nya (pengembalian investasi) di bawah lima tahun," kata Eko.
Total SPKLU di Indonesia baru mencapai 1.566 unit dan SPBKLU sebanyak 1.772 unit hingga Mei 2024.
Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2023 Infrastruktur Pengisian Listrik untuk KBLBB dan platform single gateway platform untuk mempermudah bisnis pom listrik ini.(mcr10/jpnn)
Pengamat Energi dan Kendaraan Listrik ENTREV Eko Adji Buwono menilai pom listrik akan menjadi peluang bisnis masa depan
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Saat Idulfitri
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Kaya Susah
- Hizrah Bacan Fokus Mengembangkan Bisnis Madu Hijau
- Ralali Siap Dukung Perjalanan Mudik Lebih Nyaman
- Sokonindo Tunjukkan Komitmen pada Kendaraan Listrik dan Ekspansi Pasar RI