Pengamat: Surplus Perdagangan Indonesia Patut Diapresiasi
Rabu, 08 Maret 2023 – 09:46 WIB

Pengamat Ekonomi dan Energi Terbarukan yang juga mantan aktivis Mahasiswa Era Tahun 90-an dari Universitas Kristen Indonesia Djonli Tangkilisan. Foto: Dokumentasi pribadi
Sebagai aktivis yang concern di sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan serta kaum marginal Djonli menekankan, sangat penting pemerintah terus mendorong sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan serta kaum marginal di Indonesia.
Yang paling utama, kata dia, mencintai produksi dalam negeri dilakukan di jajaran Pemerintah hingga masyarakat luas serta pelaku usaha meningkatkan kualitas produk nya supaya bisa bersaing dengan produk luar negri.
Seperti diketahui bahwa Indonesia sekarang ini mengalami surplus terhadap Amerika Serikat (AS) sebeasar US$16,6 miliar atau Rp 253 triliun. Dengan India, surplus Indonesia US$14,1 juta (Rp 215 triliun).
Dengan Uni Eropa Indonesia surplus US$9,8 juta (Rp 149 triliun).(fri/jpnn)
Pengamat Ekonomi mengatakan prestasi dan capaian surplus perdagangan Indonesia patut dan layak diapresiasi.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
BERITA TERKAIT
- Terima Kunjungan Delegasi Malaysia & Kamboja, Bea Cukai Memperkuat Kerja Sama Bilateral
- Indonesia-India Sepakati Penyelesaian Isu Teknis untuk Dorong Perdagangan Kedua Negara
- Ini Dukungan Waka MPR Eddy Soeparno untuk Pelaku Usaha Perdagangan Karbon
- Kelas Menengah Penentu Pasar Mobil ke Depan, Pengamat: Produsen Jangan Ambil Untung Banyak
- Ini Upaya Bea Cukai Memperbaiki Pelayanan dan Pengawasan Sepanjang 2020-2024
- Bea Cukai Tegaskan Dukung Perluasan Kawasan Industri PT Alliance di KEK Sei Mangkei