Pengamat Tata Kota Sebut Aparat Lemah kepada Preman Bisa Hilangkan Kepercayaan Publik

Di sisi lain, Rahmat yang merupakan warga Ciwaringin meminta Kapolri, Jaksa Agung dan Presiden Prabowo untuk turun tangan. Perbuatan Jupri mulai meresahkan warga hingga pedagang.
"Saya minta Pak Prabowo sebagai presiden mendengar apa yang jadi keluh kesah kami sebagai warga. Jangan sampai ada orang seperti Jupri yang menari-nari di atas penderitaan kami," tuturnya.
"Selama ini aparat penegak hukum baik polisi dan satpol pp tidak pernah berani bongkar bangunan di Jalan Merdeka, bangunan itu sudah jelas langgar IMB, karena dibiarkan begitu saja jadi markas preman kelompok Jupri Cs," lanjut Rahmat.
Rahmat juga meminta aparat penegak hukum untuk tegas terhadap Jupri dan kelompoknya.
"Jangan sampai dia bebas lagi, kalau bebas aksi premanisme kembali lagi, karena warga juga resah dia selalu gunakan bangunan yang disegel itu untuk transaksi narkoba. Kemarin dia tertangkap dan dilakukan tes urine ternyata positif narkoba. Dia tidak ada sekarang sudah kondusif. Sebagian pedagang juga mau direlokasi," pungkas Rahmat.(mcr8/jpnn)
Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menilai premanisme yang terjadi di pasar khususnya Pasar Tumpah Bogor bentuk ketidaktegasan aparat
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah
- Menjelang Arus Mudik Lebaran, BPH Migas Tegaskan Ketersediaan BBM di Wilayah Bogor Aman
- Semarak Ramadan, Pelindo Solusi Logistik Berbagi Ribuan Sembako dan Santunan
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas
- Nasabah Unggulan PNM Raih Omzet Tiga Kali Lipat saat Ramadan