Pengedar Kupon Palsu Asal Sulsel Dibekuk di Surabaya

"Hendra yang duduk di depan pindah ke belakang. Sudah begitu, dia berusaha menutupi tas cangklongnya dengan jaket,’’ terang anggota Satlantas Polrestabes Surabaya Bripka Ivan Nurul yang turut merazia.
Bersama rekannya, Bripka Antasari, Ivan lantas menghampiri pengendara motor tersebut.
"Kami lalu meminta mereka mengeluarkan surat-surat kendaraan. Kami juga minta mereka membuka tasnya,’’ ujar Antasari.
Begitu dibuka, ternyata tas Hendra tersebut berisi ribuan lembar kupon berhadiah. Setelah mengecek kupon tersebut, polisi menahan keduanya. Kepada petugas, Nasrullah mengaku hendak mengirim barang itu ke Madiun.
"Kupon ini mau disebarkan di Madiun. Kami mendapat ini dari seseorang di Makassar. Barang ini dikirim ke tempat penginapan kami,’’ ungkap Nasrullah.
Mereka lantas diminta mengirim kepada seseorang yang bernama Santo di Madiun. Nasrullah menyatakan, sejatinya dirinya tidak tahu letak Madiun. Untuk ke sana, mereka berbekal GPS di handphone.
"Kami mendapat upah Rp 3 juta untuk pengiriman ini. Karena menganggur di Surabaya, kami ambil tawaran itu,’’ ujar Nasrullah.
Namun, polisi tidak serta-merta percaya. Polisi yakin mereka adalah bagian dari jaringan pengedar kupon palsu.
SURABAYA – Dapat hadiah, siapa yang menolak? Tapi, hati-hati. Sebab, berkeliaran penebar kupon berhadiah abal-abal. Dua pelaku diringkus polisi
- PPPK 2024 yang Baru Dilantik Jangan Sok Tahu, Begitu Pesan Pak Totok
- Kapolda Riau Copot Kapolsek Bukit Raya Gegara Aksi Brutal Debt Collector
- Ciptakan Rasa Aman Bagi Wisatawan, Pemkot Palembang Pasang CCTV di BKB
- Oknum Guru PPPK di Lombok Timur Dipecat, Ini Sebabnya
- 4 Debt Collector Penganiaya Wanita di Halaman Polsek Bukit Raya Ditangkap, 7 Lainnya Buron
- Besok, 621 CASN Kota Mataram Terima SK, Gaji Aman