Pengembangan Ekonomi Kreatif Masih Parsial

jpnn.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Anggaran dipergunakan untuk festival, pelatihan, maupun promosi.
Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan kreativitas sumber daya manusia (SDM) di Balikpapan.
Di Balikpapan sendiri terdapat forum ekonomi kreatif yang bertujuan mendorong dan mengembangkan para pelaku ekonomi kreatif.
Forum itu tidak hanya merumuskan, menetapkan, dan mengoordinasikan, tetapi juga menyinkronkan seluruh kebijakan terkait ekonomi kreatif.
Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Adward Skenda menjelaskan, Forum Ekonomi Kreatif juga memfasilitasi, publikasi dan memasarkan produknya dari ekspose atau festival yang dilaksanakan.
Menurut Adward, ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar di berbagai bidang, baik pariwisata maupun lainnya.
“Di Balikpapan, ada sekitar 20 pelaku ekonomi kreatif yang sudah masuk juga pada UKM di Balikpapan. Kulinernya tentu kreatif. Bukan hanya kuliner biasa, tetapi sudah kekinian,” kata Adward, Minggu (22/7).
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 juta untuk pengembangan industri kreatif.
- 4.627 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah
- Inovasi Digital Dorong UMKM Kuliner Berdaya Saing di Era Modern
- Berbagi Kebaikan Ramadan, Bank Mandiri Group Beri Santunan ke 1.750 Penerima di Balikpapan
- Bea Cukai Dorong Peningkatan Ekspor dari 2 Daerah Ini Lewat Sinergi Berbagai Instansi
- Ibas Sebut Seni Ilustrasi Berpotensi Mendorong Perekonomian