Pengemudi Ojol Indonesia Apresiasi Putusan Tarif Baru Ojek Online

"Saya keluar dari jam 6 pagi, sampe siang begini jam 1, udah setengah hari, masak baru dapat 4 orderan, baru dapet 20 ribu di saldo saya. Jangankan buat makan ama ngopi, ini modal bensin aja belum nutup." tutur Indra mengawali perbincangan.
Indra mengaku telah menjadi pengemudi ojol sejak 2 tahun yang lalu dan menurutnya pendapatannya saat ini semakin berkurang.
"Dulu awal saya jadi ojol, tarif nya Rp 10.500 untuk jarak terdekat, sekarang tarifnya jatuh sampai Rp.7200 untuk jarak terdekat. Otomatis pendapatan saya turun drastis. Dulu saya dapat bisa dapat Rp250ribu - 300 ribu/hari, tapi kalau sekarang Rp150 ribu aja udah hebat banget." katanya.
Indra mengatakan selain besaran tarif dari aplikator yang semakin mengecil, banyaknya jumlah pengemudi ojek online juga turut mempengaruhi berkurangnya pendapatan dia sehari-hari.
"Menurut saya perlu dibatasi juga pengemudinya. Semakin banyak, artinya peluang kita dapat order juga makin kecil. Lagian kan gak bagus juga dilihatnya kalo banyak banget pengemudi ojol di jalanan," katanya.
Indra mengaku pendapatan yang diterimanya saat ini tidak memungkinkan dia untuk menyisihkan pendapatan untuk keperluan selain menutup kebutuhan sehari-hari keluarganya.
"Ya pas buat sehari-hari aja, itu juga untungnya isteri saya ada usaha juga jualan. Tapi kalau untuk menyisihkan uang untuk nabung atau untuk beli sparepart, wah kalau itu gimana nanti aja, semoga pas ada kebutuhan ada jalannya, apa akun saya rame order dan dapat bonus," katanya.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi