Penggeledahan Kantor di Sumut, Proposal Bansos Diangkut

jpnn.com - JAKARTA - Penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung di tiga kantor Pemprov Sumut dalam pengembangan penyidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial dan hibah, Senin (9/11), membuahkan hasil.
"Penyidik sudah dapatkan sejumlah barang bukti berupa surat, dokumen, proposal sampai pada pencairannya (dana hibah dan bansos)," kata Ketua Tim Penyidik Dana Hibah dan Bansos Sumut pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Victor Antonius, Selasa (10/11), di Jakarta.
Tiga lokasi yang digeledah yakni ruang Sekretariat DPRD Provinsi Sumut, kantor Biro Keuangan Sekretariat Daerah Pemprov Sumut dan kantor Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Pemprov Sumut.
Puluhan dokumen yang diamankan itu diduga terkait bukti penyidikan kasus ini. Dokumen itu masih akan diteliti. "Kami akan teliti satu-satu barang itu semua, bersama Badan Pemeriksa Keuangan Pusat dan tim gabungan di Sumut," ujar Victor.
Dia menjelaskan, tim akan menguji dokumen-dokumen tersebut untuk mengetahui apakah dana bansos dan hibah itu diselewengkan atau tidak.
Dia mengatakan, puluhan dokumen yang dibawa itu dibuat oleh pemohon dana hibah dan bansos yaitu lembaga swadaya masyarakat dan satuan kerja perangkat daerah.
"Kemudian ada dokumen yang dipertanggungjawabkan oleh pihak pemohon. Nanti kami uji apakah itu semua fiktif atau tidak," katanya.
Sejauh ini, Korps Adhyaksa baru menetapkan dua tersangka, yakni Gubernur non aktif Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Kepala Badan Kesbangpolinmas Sumut Eddy Sofyan.
JAKARTA - Penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung di tiga kantor Pemprov Sumut dalam pengembangan penyidikan dugaan korupsi dana bantuan
- Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen Hingga Sistem One Way
- Kapolri Jamin Harga Pangan Stabil Sesuai HET Saat Ramadan
- Ini Solusi Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno untuk Percepat Transisi Energi di Indonesia
- Sidang Korupsi Retrofit Belum Hadirkan Hengky Pribadi, Aktivis Sumsel Sentil KPK
- Prabowo Tegur Seskab Teddy Gegara Tak Undang Jokowi Saat Peluncuran Bank Emas
- Sahroni Minta Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI Diusut Transparan