Penggemar K-Pop di Indonesia Cukup Kuat untuk Jadi Agen Perubahan?

"Mereka sering menggalang dana untuk hadiah ulang tahun atau perayaan lagi bagi idola mereka dan lainnya," ujar Nurul.
'Peduli pada semua hal'
Salah satu klub penggemar K-Pop, Elf Indonesia, yang terbentuk sejak tahun 2012, sudah aktif menggalang dana untuk bencana alam.
Kelompok yang menghimpun penggemar grup K-Pop Super Junior tersebut telah mengumpulkan Rp59 juta dari para anggotanya pada awal bulan ini untuk serangkaian bencana yang sudah terjadi di Indonesia.
Anggota Elf Indonesia, Arendeelle menjelaskan mereka berhasil mengumpulkan sekitar Rp12 juta hanya dalam 24 jam.
Dia mengatakan penggemar K-Pop cenderung bertindak cepat dan "peduli pada semua hal".
"Ini tindakan spontanitas. K-Poppers selalu bertindak cepat, tidak hanya dalam menyumbang, tapi semuanya," katanya kepada ABC.
Pengamat budaya pop Dr Sarah Keith menjelaskan platform media sosial seperti Twitter dan Tik Tok telah mendorong persilangan antara K-Pop dan politik.
"Banyak dari mereka aktif di platform seperti Twitter, di mana isu-isu seperti #MeToo, #BLM dibahas secara luas," kata Dr Sarah kepada ABC.
Inilah fenomena para penggemar K-pop di berbagai belahan dunia: menyuarakan dukungan kuat bagi gerakan Black Lives Matter (BLM), mempermalukan Donald Trump, hingga melontarkan kritik terhadap Pemerintah Thailand
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Lantik 3.344 PPPK & 352 CPNS, Rudy Susmanto Pengin ASN Jadi Agen Perubahan
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan