Penggemar K-Pop di Indonesia Cukup Kuat untuk Jadi Agen Perubahan?

"Pemerintah Korea akan terus berupaya memperluas minat pada konten seperti K-Pop dan drama yang ada saat ini menjadi apresiasi terhadap budaya, seni, dan sastra tradisional kami juga," ujar Konjen Hong.
Profesor Dal Yong Jin, pakar media di Universitas Simon Fraser di Vancouver, mengatakan setiap negara memiliki "fandom unik" sendiri untuk produk budaya Korea.
Misalnya, ada basis penggemar yang lebih besar untuk K-Pop dibandingkan K-Drama di Thailand karena salah satu anggota Blackpink - grup band perempuan yang populer - berasal dari Thailand.

BTS, ARMY dan keadilan sosial
Klub penggemar K-Pop, yang sering mengumpulkan uang untuk membelikan hadiah bagi grup atau idola favorit mereka, juga menyediakan diri untuk menggalang dana bagi tujuan amal.
"Proses penggalangan dana untuk bencana alam ternyata jauh lebih cepat daripada donasi hadiah ulang tahun idola kami," jelas Arendeelle dari Elf Indonesia.
Dr Sarah Keith menyebutkan penggemar K-Pop telah membangun tradisi penggalangan dana amal yang kuat.

Inilah fenomena para penggemar K-pop di berbagai belahan dunia: menyuarakan dukungan kuat bagi gerakan Black Lives Matter (BLM), mempermalukan Donald Trump, hingga melontarkan kritik terhadap Pemerintah Thailand
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Lantik 3.344 PPPK & 352 CPNS, Rudy Susmanto Pengin ASN Jadi Agen Perubahan
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan