Penghasilan Petambak di Lombok Tengah Bisa 20 Juta per Bulan

Mengubah pola budidaya merupakan pekerjaan mendasar model pendampingan petambak yang dilakukan STP. Hal tersebut diungkapkan oleh Sarwana, Head of Shrimptech STP.
“Awalnya saya dan tim STP ke sini para petambak sudah menyerah karena terkena penyakit White Feces Disease atau berak putih. Kami awalnya sangat berat untuk meyakinkan petambak untuk budidaya kembali,” ujar Sarwana.
Model Kavas yang dilakukan STP diyakini sebagai salah satu cara untuk memberdayakan petani tambak udang semmiintensif dan tradisional.
“Petambak memiliki keinginan untuk berhasil dan mereka bersedia untuk belajar, karenanya STP memberikan pendamping yang bisa membantu mereka selama 24 jam. Bagi STP dan JAPFA, keberlangsungan usaha petambak merupakan juga keberlangsungan bisnis perusahaan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip JAPFA untuk berkembang menuju kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (adk/jpnn)
Awalnya petambak enggan bergabung dengan program Kavas.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 80 Rumah di Lombok Tengah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
- Remaja Terseret Arus Banjir di Lombok Tengah Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
- Info dari Sekda Soal Pembayaran THR 2024 Guru PAI Lombok Tengah
- Penggerebekan 8 Rumah Pengedar Narkoba Berlangsung Tegang
- 190 Honorer Satpol PP Lombok Tengah Lulus PPPK, Zaenal: Proses Seleksi Sesuai Aturan
- Pimpinan Pesantren di Lombok Tengah Diduga Setubuhi 5 Santriwati