Pengkaderan Dini Cegah Politisi Kutu Loncat
Kamis, 26 Juli 2012 – 17:10 WIB

Pengkaderan Dini Cegah Politisi Kutu Loncat
JAKARTA – Pengamat Politik Universitas Indonesia, Hamdi Moeloek, menegaskan, persoalan pindah partai tidak terlalu banyak terjadi di negara yang matang demokrasi. Menurutnya, pindah partai itu gejala yang sangat umum terjadi di negara seperti Afrika, Bolivia, Equador, Nepal.
“Negara demokrasi baru. Kalau negara yang demokrasinya relatif stabil, orang pindah partai itu jarang,” kata Hamdi diskusi bertajuk “Fenomena Pindah Partai Menjelang 2014” di Pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).
Baca Juga:
Dia menyatakan, biasanya pindah partai juga terjadi di negara yang banyak partai dan sistem kepartaiannya lemah. “Terlalu banyak partai, tidak jelas sosoknya, ideologinya, flatform dan identitasnya,” kata dia. Menurut Hamdi, kalau identitas jelas, maka masyarakat pun akan merasa memiliki partai tersebut. Dengan demikian, masyarakat merasa menjadi konstituen atau partisipan dengan sukarela. Bahkan, nantinya akan melangkah ke jenjang lebih tinggi bersama partai tersebut.
Dia menegaskan, pengkaderan harus dilakukan sejak dini. “Pengkaderan dari awal harus dilaksanakan,” tegasnya. Menurutnya, gejala di Indonesia, orang atau politisi pindah partai, itu banyak terjadi di partai yang lemah. Dia mencontohkan misalnya di Italia, seperempat anggota senatnya pindah partai itu kebanyakan dari partai lemah ke partai lemah. “Bukan major party atau mainstream,” katanya.
JAKARTA – Pengamat Politik Universitas Indonesia, Hamdi Moeloek, menegaskan, persoalan pindah partai tidak terlalu banyak terjadi di negara
BERITA TERKAIT
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini