Pengungsi Merapi Lari Ke Gunungkidul
Sabtu, 06 November 2010 – 06:35 WIB
Warga yang dievakuasi pada Jumat dini hari berkumpul di Stadion Maguwoharjo, Sleman, untuk menjalani perawatan. Warga kecamatan Turi, Cangkringan, Pakem, dan Ngemplak mengungsi ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, pasca erupsi merapi Jumat dini hari (5/11). Foto: HERMITIANTA/RADAR JOGJA
GUNUNGKIDUL -- Ratusan pengungsi korban letusan Gunung Merapi wilayah Sleman berbondong-bondong meyelamatkan diri memasuki wilayah Gunungkidul. Mereka datang sejak malam Jumat (3/11) kurang lebih jam 02.00 pagi dengan menggunakan truk, mobil pribadi dan sepeda motor, menginap di pemukiman penduduk Kecamatan Patuk, Playen dan Kecamatan Wonosari. Pemda setempat telah menyediakan lokasi Rest Area, Hutan Tleseh Wonogomo, Playen untuk menampung mereka agar mudah dilakukan pendataan. Bunanto membawa 4 keluarganya menuju Gunungkidul karena memang memiliki sanak saudara di lokasi setempat. Pria bertubuh subur ini juga membawa tetangga kanan kirinya menyelamatkan diri bersamanya menghindari ganasnya letusan Gunung Merapi. Karena jumlahnya cukup banyak, pengungsi dipisah terbagi dalam dua RT. Sementara petugas dari kecamatan setempat terlihat sibuk mendatangi pengungsi untuk melakukan pendataan.
Di Kecamatan Patuk terdapat 75 jiwa menempati bekas Kecamatan Patuk dan rumah warga di Dusun Panjatan, Pengkok, Patuk. Mereka rata-rata berasal dari lokasi bencana Merapi Kecamatan Cangkringan, Tempel dan Kalasan. Sementara di Kecamatan Wonosari pengungsi menempati rumah salah seorang Ringinsari, Wonosari bernama Rukini,37, dengan jumlah pengungsi sekitar 30an jiwa, Wonosari. Sementara di Kecamatan Playen menurut informasi pemkab terdapat 29 jiwa tersebar di dua titik, rumah warga dan di Gedung sekolah.
Baca Juga:
Salah seorang pengungsi asal Wukirsari, cangkringan, Bunanto,31, yang menempati rumah Warga Panjatan, Pengkok, Patuk, bernama Suwardi,55, mengatakan, ia melarikan diri dari rumahnya beserta keluarga kurang lebih jam 2.00 pagi setelah mengetahui kediamanya sudah tidak aman lagi. Bersama dengan kerabat dan tetangga, ia langsung bergegas tancap gas menyelamatkan diri menuju Gunugkidul. "Jarak rumah saya dengan kali Gendol kurang dari 1 kilo mas, tak aman bagi kami untuk tetap bertahan di sana," kata Bunanto kepada Radar Jogja (grup JPNN) di Dusun Panjatan, Pengkok, Patuk, kemarin.
Baca Juga:
GUNUNGKIDUL -- Ratusan pengungsi korban letusan Gunung Merapi wilayah Sleman berbondong-bondong meyelamatkan diri memasuki wilayah Gunungkidul. Mereka
BERITA TERKAIT
- Jalur Selatan-Selatan Terhambat, Polda Jateng: Ini Kuasa Tuhan
- Wali Kota Pekanbaru Gandeng Polisi Tindak Tegas Oknum yang Buang Sampah di TPS Liar
- Wali Kota Pekanbaru Gandeng Polisi Tindak Tegas Oknum yang Buang Sampah di TPS Liar
- Wali Kota Pekanbaru Tutup TPS Liar di Jalan Soekarno Hatta Ujung
- Kapolres Cianjur: Jalur Puncak Lancar Saat Angkot Tak Beroperasi
- Narapidana di Lapas Lombok Barat Bisa Video Call dengan Keluarga