Pengungsi Myanmar yang Melarikan Diri Pada 1991 Kini Aktif Membantu Komunitas Australia

Tin mengatakan beberapa orang mengira bahwa artikel tentang proyek komunitas yang ditulisnya untuk surat kabar lokal dikerjakan oleh suaminya.
Ia terus berupaya menghancurkan stigma dengan memimpin dan memberi contoh dengan inisiatif serta aktif dalam kegiatan sukarelawan.
"Saya ingin membagikan pengetahuan dan jasa saya sebagai bentuk penghargaan [untuk komunitas saya] dalam banyak cara," ujarnya.
Terus membantu komunitas
Gerakan pro-demokrasi di Myanmar dimulai pada tahun 1988 di universitas di Rangoon (sekarang Yangon), di mana Tin menjadi dosen dan sekretaris terpilih serikat dosen di Institut Ekonomi.
"Aung San Suu Kyi memulai [partai politik] Liga Nasional untuk Demokrasi dan kami semua diundang untuk bekerja sama," katanya.
Ia memberikan banyak pidato publik dan menulis sebagai ajakan bagi orang-orang untuk "bangkit."
"Jadi tentu saja saya dibutuhkan," kata Tin.
"[Namun] beberapa mahasiswa mulai ditembak dan ditahan, termasuk beberapa teman dan kolega saya, jadi saya pikir sudah waktunya untuk pergi.
Pengungsi asal Myanmar, Tin Hta Nu, telah berkontribusi banyak bagi komunitas Australia, namun ia masih harus menghadapi stereotip dari masyarakat
- 19 Juta Jiwa Jadi Korban Gempa, Junta Myanmar Masih Sibuk Urusan Perang Saudara
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran