Pengunjung Bamboo Lighting Festival Lampaui Target

Tidak hanya musik jaz, berbagai aliran musik pun tampil dalam gelaran di ketinggian 1.200 mdpl ini.
Uyau Moris yang manggung pada malam Minggu memang tampil spesial. Musisi dengan alat musik Sape (khas Dayak) ini mampu menghangatkan dinginnya Ketep Pass.
Kabut yang sempat turun, membuat panggung tampak seperti menggunakan smoke dry ice. Kabut putih itu diterpa sorot lampu warna-warni menjadi indah sekali.
Sejumlah lagu hits mengalun. Pengunjung pun turut melantunkan syair lagu yang musiknya dimainkan Uyau Moris.
Di akhir pertunjukan yang dihadiri kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang dan ketua DPRD Kabupaten Magelang ini, Uyau Moris mengajak pengunjung menyanyikan Rayuan Pulau Kelapa.
Lampu panggung dimatikan. Dengan penerangan lilin bambu dan lampu hape yang dinyalakan, suasana malam pun menjadi syahdu dan khidmat.
Usai pentas malam itu selesai, pengunjung banyak yang tak beranjak dari sekitar panggung. Ada yang berebut foto bersama Uyau Moris.
Ada yang berfoto di spot lampu Lighting Bamboo. Pengunjung baru benar-benar bersih saat Pengelola Ketep Pass menyampaikan pengumuman lewat pengeras suara bahwa pukul 23.00 lokasi akan ditutup untuk persiapan kegiatan Minggu pagi. Yakni pameran Tosan Aji (keris tradisional).
Bamboo Lighting Festival di Ketep Pass Magelang meraih sukses. Upaya menghidupkan wisata malam di kawasan sejuk Lereng Merapi itu berhasil dengan baik.
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- Wamenpar Ni Luh Puspa Petakan Potensi Wisata di Bali Timur, Ini Tujuannya
- Backstagers Indonesia Serahkan Manifesto Peta Jalan Industri Event ke Kemenpar
- Menpar Widiyanti Sampaikan 3 Poin Utama yang Perlu Diperbaiki di RUU Kepariwisataan
- Wamenpar Ajak Wisatawan Nikmati Wisata Alam di DeLoano Glamping Magelang
- Endry Lee, Sosok di Balik Kesuksesan MensaPro Indonesia