Pengurus BSDMI Diinterograsi Polisi Enam Jam
Jumat, 15 Juli 2011 – 09:48 WIB
Dikatakan Onny, perwakilan dari Jakarta tersebut mengatakan bahwa mereka (BSDMI Pusat) tidak bertanggungjawab terhadap operasional di lapangan. Mereka juga mengatakan ada BSDMI tandingan yang didirikan di beberapa daerah. ‘’Kita tinggal cari apakah yang didirikan di Riau ini adalah sama dengan mereka, mereka juga mengatakan masalah operasional mereka tidak bertanggung jawab,’’ kata Onny.
Dikatakan juga bahwa BSDMI Pusat itu hanya mengatakan mereka mempersiapkan perekrutan dan pengkaderan saja. Sementara di daerah sudah sampai pada Aanggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan menggunakan lambang-lambang atau simbol negara.
‘’Perwakilan dari pusat itu mengatakan yang terjadi di wilayah bukan instruksi mereka, termasuk pembayaran-pembayaran saat perekrutan. Jadi kita dapatkan keterangan dulu dari mereka seperti apa sebenarnya,’’ ujar Onny.
Selanjutnya, Onny mengatakan bahwa nanti jika ternyata pemakaian lambang dan simbol-simbol negara tersebut tidak ada dasar hukumnya, Onny mengatakan bisa dikenakan sanksi badan tersebut dibekukan. ‘’Kalau dari negara menyatakan badan ini tidak sah dan ilegal lalu memakai lambang dan simbol negara maka sanksi mengarah pada pembekuan badan itu sendiri,’’ ujar Onny.
PEKANBARU - Pengurus Badan Sumber Daya Manusia Indonesia Pemerhati Pembangunan Ekonomi Daerah (BSDMI P2ED) masih tetap bersikukuh badan bentukan
BERITA TERKAIT
- Belanja di Pasar Pakai Uang Mainan, Lansia Nyaris Diamuk Massa
- Keji Suami Bunuh Istri di Bantul Yogyakarta
- Polisi Segera Ungkap Tersangka Perusakan TPS di Sungai Penuh
- Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Lapas, Polres Batang Tangkap Residivis
- Pelaku Ganjal ATM Tinggalkan Kendaraan di Tol Cipularang Seusai Beraksi
- Seusai Menonton Video Porno, Remaja Ini Melihat Tubuh Sepupunya, Terjadilah