Pengusaha Kayu Tergerus Dampak Melemahnya Rupiah
jpnn.com, NGANJUK - Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga mulai dirasakan pengusaha kalangan menengah di Nganjuk, Jawa Timur.
Seperti pemilik industri triplek yangmengaku mengalami penurunan pendapatan hingga 20 persen tiap bulan.
Industri triplek itu berada di Desa Pojok, Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk.
Pemiliknya Hery Widyanto mengatakan dengan melemahnya nilai tukar rupiah di atas Rp 14 ribu per USD, sangat memengaruhi pendapatan industrinya.
"Usaha kami bebahan baku 70 persen kayu, dan 30 persen lem khusus yang diimpor menggunakan dolar," kata Hery.
Selain itu ada bahan Metanol, yang nantinya diolah menjadi formalin. Zat ini digunakan untuk merekatkan kayu. Untuk mendapatkan bahan ini, harus didatangkan dari luar negeri.
Meskipun terancam penurunan pendapatan, Hery masih diuntungkan dengan minat konsumen yang meningkat.
Dia kini hanya bisa berharap pemerintah segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap USD. (pul/jpnn)
Pengusaha kayu yang menggunakan lem impor dirugikan dengan adanya pelemahan rupiah terhadap dolar.
Redaktur & Reporter : Natalia
- Rupiah Ditutup Melemah 22 Poin, 'Kabinet Obesitas' jadi Faktor Pemicu
- Rupiah Hari Ini Terkerek Pelantikan Presiden Prabowo Subianto
- Pemerintah Fokus Menjaga Aliran Investasi untuk Pembangunan Masa Depan
- Ramalan Bank Indonesia Bikin Peluang Rupiah Melaju ke Level Rp 15.500
- Fundamental Ekonomi Menguat, Kurs Rupiah akan Membaik
- Rupiah Menguat, Biaya Produksi Bisa Menurun