Pengusaha Optimistis 2020 Investasi di Batam Semakin Membaik
Sebelumnya Rafki juga mengatakan bahwa saat ini ada beberapa perusahaan asal Tiongkok yang sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Batam.
Beberapa perusahaan yang hendak masuk ke Batam tersebut kebanyakan perusahaan elektronik, sepantu dan garmen. Skala perusahaan yang akan masuk tersebut dalam kategori menengah hingga besar.
"Yang sudah terealisasi kan ada Pegatron dan masih ada beberapa perusahaan dari China, Taiwan, dan Korsel yang berminat masuk Batam," tambahnya.
Menurut Rafki, selain dari Tiongkok dan negara Asia timur lainnya, potensi perusahaan asing masuk ke Batam sangat besar. Yang harus dilakukan pemerintah adalah untuk terus memperbaiki pelayanan dan kebijakan yang pro investasi.
Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing alias Ayung beberapa waktu lalu mengatakan bahwa sudah ada beberapa perusahaan asing yang masuk ke Batam. Pegatron sudah berproduksi.
"Perusahaan-perusahaan ini hengkang dari Cina dan pindah ke Batam karena ada pengaruh perang dagang Amerika dengan Tiongkok," katanya.
Menurut Ayung, saat ini masih ada beberapa perusahaan yang berminat masuk Batam. Dia berharap kebijakan dari pemerintah bisa pro investasi untuk peningkatan ekonomi di Batam.Perzinan harus terus dipermudah, dan pelayanan dalam bidang adapun ditingkatkan.(ian)
Kalangan pengusaha di Kota Batam berharap proses pemilihan presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapes) 2019 segera selesai. Karena pelaku dunia usaha ingin segera mendapatkan kepastian.
Redaktur & Reporter : Budi
- Prabowo Bertemu MBZ, Targetkan Investasi Dagang Rp 158 Triliun
- Prabowo Dinilai Berhasil Membawa Investasi Jumbo dan Gibran Sukses Jaga Stabilitas Politik di Tanah Air
- Anindya Bakrie: Kita Harus Dorong Investasi Asing yang Ciptakan Lapangan Kerja
- Indonesia Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Berkelanjutan dari AS
- Menko Perekonomian Ungkap Potensi Baru Dukungan Transisi Energi untuk Indonesia
- Tokoh Masyarakat Banten Minta PSN PIK 2 Jangan Dipolitisasi