Pengusaha Ukraina jadi Korban Pemerasan dengan Kekerasan, Duit Rp 3,2 M Digasak Pelaku
"Sopirnya tidak ikut serta," imbuh Syamsu.
Di tempat tersebut, kata Syamsu Djalal, korban kembali disiksa, dan pelaku memaksa meminta kata sandi ponsel korban untuk mendapatkan nomor international mobile equipment identity (IMEI)-nya.
Pelaku akhirnya berhasil masuk ke akun Binance korban untuk mencuri aset kripto senilai USD 214.429,13808500 atau setara dengan nilai Rp 3,2 miliar.
Syamsu Djalal menegaskan kliennya telah melaporkan kasus yang dialaminya tersebut ke Polres Denpasar dan Polda Bali dengan masing-masing nomor laporan polisi: LP/B/706/XII/2024/SPKT Polresta Denpasar, serta LP/B/869/XII/2024/SPKT Polda Bali.
Adapun para terlapor warga Ukraina dan Rusia yang berjumlah 9 orang tersebut, yakni masing-masing berinisial LAV, OZ, RK, TK, RK, KA, AT, KA, serta FA.
Saat ini menurut Syamsu Djalal, korban masih berada di Bali dengan kondisi sangat trauma beserta anak dan istrinya.
Korban dan keluarganya tidak berani untuk keluar rumah dan mendapatkan pengawalan dari pihak TNI.
Syamsu Djalal mengungkapkan adapun motif dari sindikat kejahatan internasional melakukan kekerasan adalah uang dan harta kekayaan korban sebagai pengusaha asing yang bergerak di bidang properti.
pengusaha properti asal Ukraina saat tengah berada di Bali menjadi korban pemerasan dengan kekerasan yang diduga dilakukan sindikat organisasi internasional
- RDPU Kasus Pembacokan di Tasikmalaya, Ketua Komisi III DPR Usir Kuasa Hukum Korban
- Waka MPR Minta Aparat Selesaikan Kasus Kekerasan Perempuan & Anak yang Berlarut-larut
- AKBP Afrizal Perintahkan Jajaran Segera Tangkap Pelaku Pengadangan Mobil di Jalintim
- Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 3,195 Kg Sabu-Sabu Lewat Bandara Hang Nadim
- 2 Anggota Polda Bali Diduga Minta Uang dari WNA
- Satu Pelaku Pengeroyokan di Ogan Ilir Ditangkap, Lainnya Masih Diburu Polisi