Penjaga Gerbang Tol Bakal Ikut Program Alih Profesi

jpnn.com, JAKARTA - Dirut Jasa Marga Desi Aryani menanggapi munculnya kekhawatiran terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pemberlakuan uang elektronik untuk transaksi di jalan tol secara nasional.
Dia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk tidak melakukan PHK.
Di sisi lain, kebutuhan Jasa Marga akan tenaga kerja juga masih tinggi. Kendati tidak ditempatkan di gerbang tol, Jasa Marga masih membutuhkan banyak orang untuk ditempatkan di ruas-ruas jalan tol baru mereka.
"Banyak pos lain. Kami masih membutuhkan orang untuk meningkatkan service kami. Ada di kantor baru maupun rest area-rest area. Ruas tol kita meningkat dua kali lipat panjangnya," ungkap dia.
Desi mengatakan, untuk menyiapkan para tenaga kerja itu mengerjakan job desc baru mereka, Jasa Marga memberikan pelatihan khusus yang diberi nama program alih profesi.
Desi mengatakan, pengalihan profesi ini juga menjadi langkah baik untuk lebih memanusiakan para penjaga gerbang tol tersebut.
Menurutnya, selama ini, selama bertahun-tahun, mereka harus bekerja di dalam boks berukuran kecil.
Terus menerus menghirup asap knalpot dari kendaraan-kendaraan yang melintas. "Itu pekerjaan yang berisiko," ucap Desi.
Desi mengatakan, pengalihan profesi ini juga menjadi langkah baik untuk lebih memanusiakan para penjaga gerbang tol tersebut.
- 5 Berita Terpopuler: SE untuk Non-ASN Terbit, Ratusan Honorer Kena PHK, tetapi Ada yang Segera Diangkat PPPK
- Ratusan Honorer Terkena PHK saat Lebaran, Semoga Tidak Murung Berkepanjangan
- Wamenperin: Tidak akan Ada PHK di Sektor yang Berhubungan dengan Pertanian
- 5 Berita Terpopuler: Wapres Angkat Bicara soal Polemik PPPK & CPNS, Inpres Pengangkatan Terbit, Ada Solusi bagi Honorer Kena PHK
- Yamaha Music Manufacturing Asia Tegaskan Komitmen untuk Tetap Beroperasi di Indonesia
- Pemda Siap Angkat PPPK 2024 Tahun Ini, Ada Solusi Bagi Honorer Kena PHK