Penjelasan Fadli Zon Soal 3 Masalah di Balik Kebijakan New Normal
Dia menjelaskan kalau meniru pola Korea Selatan yang melakukan tes terhadap 0,6 persen penduduk, maka dengan jumlah penduduk 273 juta, Indonesia seharusnya sudah melakukan tes terhadap 1.638.000 orang.
Lantas, bagaimana kenyataan riil di Indonesia? Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga 2 Juni kemarin baru 237.947 orang yang telah menjalani pemeriksaan Covid-19 pada laboratorium yang aktif di seluruh Indonesia.
"Jumlah yang sangat kecil dan tidak proporsional," tegas Fadli.
Dalam catatan Fadli, hanya DKI Jakarta yang bisa memenuhi kriteria minimal yang diminta WHO, yaitu tes 1 orang per 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa, jumlah tes Covid-19 di DKI sudah lebih dari 120 ribu. "Artinya, lebih bagus dari syarat minimal yang ditetapkan WHO," kata dia.
Jadi, Fadli menegaskan dengan jumlah tes nasional yang sangat tidak proporsional tersebut, menggaungkan wacana new normal adalah sebuah langkah spekulatif membahayakan.
Dari sisi pengambilan keputusan, kata dia, sama-sama bisa dilihat kalau wacana new normal ini tak banyak melibatkan pertimbangan kalangan profesi kesehatan.
"Wacana tersebut lebih banyak didikte kalangan pengusaha. Padahal, bencana yang kita hadapi saat ini adalah bencana kesehatan," ujar Fadli.
Untuk menghadapi pandemi, kata dia, pemerintah seharusnya percaya pada sains serta menggunakan data yang akurat serta proporsional. Apalagi, new normal itu sebenarnya istilah akademis, sehingga keputusan mengenainya juga seharusnya berpijak di atas data-data ilmiah.
Fadli Zon cemas lantaran belum melihat Indonesia siap menerapkan kebijakan New Normal.
- Jadi Ketua Dewan Pembina PARFI '56, Fadli Zon Sampaikan Komitmen untuk Industri Film
- Di Hong Kong, Fadli Zon Banggakan Film Nasional kian Mengglobal
- Hong Kong International FILMART 2025, Fadli Zon: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Utama
- Hari Musik Nasional 2025, Vinyl Indonesia Raya dari 8 Versi Diluncurkan
- Bobby Nasution Batal Hadiri Pisah Sambut Walkot Medan, Gerindra: Jangan Dibesar-besarkan
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara