Penjelasan Kemenhan soal Kebocoran Data Akibat Peretasan

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber (CISSRec) Pratama Persadha dalam analisisnya menilai peretasan terhadap laman resmi Kemenhan merupakan serangan malware 'Stealer'.
Dari aksi peretasan itu, peretas umumnya mengumpulkan data login, yaitu nama pengguna dan kata sandi.
Dalam kesempatan yang sama, dia memuji respons cepat Kemenhan RI yang langsung menyelidiki aksi peretasan itu.
"Tim Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kemhan bergerak cukup cepat, karena pada pagi hari ini (2/11), situs Kemenhan sudah tidak dapat diakses yang kemungkinan sedang dilakukan investigasi dan pemeliharaan sistem," ucapnya.
Dia menyebut yang perlu dilakukan oleh Kemenhan, salah satunya memaksa user (pengelola laman) untuk mengubah kata sandi dari akun-akun yang ada.
"Baik akun di situs kemhan.go.id maupun akun pribadi seperti email, dan media sosial untuk mencegah password yang pernah bocor dimanfaatkan untuk mengakses sistem yang dimiliki oleh Kemenhan," tutur Pratama.(antara/jpnn)
Karo Humas Setjen Kemenhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha angkat bicara soal kebocoran data akibat peretasan oleh Two2.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- TNI Bakal Operasi Siber, Inilah Pihak yang Akan Ditarget
- 5 Berita Terpopuler: Honorer Bisa Tenang, PPPK Harus Siap Digerakkan Kapan Saja, tetapi Begitu Pensiun Tak Dapat Apa pun
- Kemenhan Tetapkan 787 PNS dan PPPK Jadi Komponen Cadangan, Untuk Apa?
- PPPK juga Menjadi Komcad, Harus Siap Digerakkan Kapan Saja
- Kata Khofifah, Kepala Daerah Bakal Pakai Seragam Komcad
- Kemenhan Pangkas Rp 26,9 Triliun dari Anggaran, Belanja Pegawai Tak Terdampak