Penjualan Rumah Mewah Turun 70 Persen
![Penjualan Rumah Mewah Turun 70 Persen](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2017/08/31/ilustrasi-perumahan-foto-novitaindoposjpnn.jpg)
jpnn.com, BALIKPAPAN - Penjualan rumah mewah mengalami penurunan hingga 70 persen dalam dua tahun terakhir.
“Sekarang di Kaltim membeli rumah harus sesuai kebutuhan tempat tinggal. Dahulu banyak yang membeli karena investasi,” ujar Ketua DPD REI Kaltim Bagus Susetyo, Rabu (29/5).
Saat ini masyarakat Indonesia memerlukan sekitar 12 juta rumah. Secara kebutuhan bisnis, properti masih menjanjikan.
BACA JUGA: Strategi Intiland Grande Genjot Penjualan Properti
Pada 2019 pihaknya menargetkan bisa menjual 4.000 unit. Diharapkan setiap tahun harga rumah bersubsidi naik 5-10 persen.
Sebab, pertumbuhan permintaan rumah berada pada kisaran 800 ribu unit per tahun secara nasional.
Di sisi lain, kemampuan pengembang membangun hunian hanya sekitar 400 ribu unit per tahun.
“Sekarang menjual rumah murah bagi pengembang hanya untuk menyambung kehidupan karena margin keuntungan semakin kecil,” katanya.
Penjualan rumah mewah mengalami penurunan hingga 70 persen dalam dua tahun terakhir.
- BI Tambah Insentif Likuiditas Makropudensial untuk Bank Penyalur Kredit Perumahan
- Wamenkeu: Sektor Perumahan Bisa Menggerakkan Perekonomian RI di Tengah Tantangan Global
- Ekspansi Bisnis, PHI Group dan Perumnas Teken MoU Kerja Sama Aset
- Bertemu Menko AHY, Bamsoet Dorong Pemenuhan Perumahan Rakyat
- Fahri Hamzah Sebut Pembangunan Rusun Solusi untuk Mengubah Kawasan Kumuh jadi Modern
- Maratua Run 2025: Perkenalkan Surga Tersembunyi Kaltim Lewat Olahraga