Penting Miliki Kemampuan CPR

Speed Minimal 100 Kompresi Per Menit

Penting Miliki Kemampuan CPR
PERTOLONGAN CPR: Sebelum melakukan kompresi, pastikan keadaan sekitar korban sudah aman. Foto: Agus Wahyudi/Jawa Pos

’’Jumlahnya jauh lebih kecil lagi karena tidak banyak orang yang punya kemampuan CPR,’’ ungkap dr Edo Tondas SpJP FIHA dari Transmedical Institute saat memberikan CPR training di Jakarta beberapa waktu lalu. Padahal, manfaat CPR sangat besar untuk menunjang keselamatan jiwa.

Sebelum memberikan pertolongan CPR, yang pertama harus dipastikan adalah kondisi sekitar sudah aman. Hindari bahaya. Amati sekeliling, misalnya dalam kondisi anak tersetrum, pastikan arus listrik sudah aman ketika akan menolong.

Prinsipnya, penolong benar-benar jadi penolong. Bukan lantas muncul korban tambahan. ’’Lalu responsif, cek respons anak, tepuk-tepuk atau guncang bahunya, panggil namanya. Untuk bayi, berikan rangsangan di kaki. Anak tidak bergerak, tidak sadar, napas tidak normal, siapkan CPR,’’ ujar Edo.

Minta bantuan terlebih dahulu. Berteriaklah agar orang di rumah atau tetangga mendengar dan memanggil bala bantuan, menelepon ambulans, atau menyiapkan kendaraan untuk membawa anak ke RS. Selanjutnya cek nadi. Lakukan dengan cepat, tidak lebih dari 10 detik. Bila nadi tidak teraba, itu berarti terjadi henti jantung, cepat kompresi.

Teknik kompresi pada anak bisa menggunakan dua tangan atau satu tangan. Siku lurus, tumpuan pada panggul. ’’Lakukan dengan cepat, dengan kecepatan minimal 100 kali kompresi per menit. Artinya, dalam setiap satu detik sebanyak dua kali. Gambarannya secepat itu,’’ jelas spesialis jantung dan pembuluh darah tersebut.

Selain kecepatan, perhatikan kedalaman tekanan, minimal sepertiga ketebalan badan. Pada anak, sekitar 5 cm. ’’Jadi, push fast dan push hard,’’ tegasnya. Untuk satu siklus CPR, rasionya 30:2. Setelah 30 kali kompresi dada, amankan jalan napas, berikan dua kali napas bantuan.

Untuk teknik penekanan pada bayi, lakukan dengan dua jari di tulang tengah dada, tepat di bawah garis antara kedua puting. Kedalamannya sekitar 4 cm. Rasionya sama, 30:2.

Bila ada dua penolong, rasionya 15:2. Penolong pertama memberikan kompresi dada, penolong kedua memberikan bantuan napas, kemudian bisa bergantian. CPR harus dilakukan selama lima siklus (dalam waktu dua menit), lalu periksa kembali nadinya. Bila anak belum sadar, ulangi siklus CPR sambil menunggu bantuan medis datang. (nor/c7/nda)

HAL-hal darurat seperti henti napas dan henti jantung akibat cedera bisa terjadi di mana saja. Di antaranya, benturan keras di kepala, tenggelam,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News