Penumpang Pesawat Indonesia Tak Terpengaruh Jatuhnya Lion Air JT 610

"Seminggu itu minimal saya terbang dua kali. Ya kalau pebisnis pasti inginnya low cost airline tapi saya memang menghindari Lion Air," ungkap Oktovijanto.
Kepada ABC ia mengatakan, insiden jatuhnya Lion Air tak memengaruhi rutinitas terbangnya dari Jakarta ke beberapa kota lainnya di Indonesia.
"Kekhawatiran itu pasti ada, namanya manusia. Selama 10 tahun terakhir menjadi penumpang rutin penerbangan, beberapa kali ada insiden, tapi ya saya tetap terbang," tutur pebisnis bidang konstruksi ini.
Ia lalu mengatakan, dirinya tetap yakin para pemangku kepentingan di dunia penerbangan Indonesia masih mengutamakan keselamatan.
"Siapapun orangnya, pilot atau maskapainya pasti berusaha agar penerbangan itu aman."
Thamrin Hanafi, 49, juga merupakan pengguna transportasi udara Indonesia lainnya yang tidak terpengaruh insiden jatuhnya pesawat Lion Air.
Meski ia tak menggunakan maskapai bertarif rendah, Thamrin yang rutin terbang tiap 4 minggu berpendapat, musibah tidak bergantung pada jenis transportasi yang digunakan.
"Sebagai orang beriman ya harusnya kita serahkan saja semuanya ke Allah SWT," ujarnya kepada ABC (31/10/2018).

- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia