Penutupan Pintu Tol Diyakini Efektif Saat Asian Games
jpnn.com, JAKARTA - Polri berencana menutup sejumlah pintu tol saat Asian Games 2018 berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menekan volume kendaraan yang ada dan mengurai kemacetan.
Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, rencana penutupan secara situasional itu bisa mempelancar aktivitas para atlet.
"Pengaruhnya besar untuk kelancaran. Pasti mengurangi volume yang ada di kapasitas jalan tertentu," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (30/7).
Terkait wacana tersebut, Royke menuturkan, hal tersebut dilakukan situasional saat atlet berangkat dan pulang dari wisma atlet ke venue.
"Itu jam 6 pagi sampai 12 siang. Lalu sore sampai malam. Ketika rombongan pagi akan menuju ke venue. Sampai jam 12 ada titik tertentu hanya tol yang menghubungkan Kemayoran Senayan saja yang pintu masuknya yang kami tutup di jam-jam tertentu," katanya.
Lulusan Akpol 1987 ini menambahkan, selama penutupan tersebut masyarakat bisa masuk melalui gerbang pintu tol lainnya.
"Kami tutup pintu tertentu. Mereka boleh melewati pintu lain. Bukan berarti mereka nggak boleh masuk tol sama sekali. Boleh masuk tol, tapi lewat pintu lain. Kayak dialihkan saja," ujarnya.(cuy/jpnn)
Itu jam 6 pagi sampai 12 siang. Lalu sore sampai malam. Ketika rombongan pagi akan menuju ke venue.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Warganet: Pembukaan Olimpiade Paris Beda Kelas dengan Asian Games 2018
- Persembahkan Medali Perunggu di Asian Games 2023, Cabor Panahan Indonesia Dapat Satu Tiket Olimpiade
- Dahlan Iskan Ungkap Sosok Arsitek Gala Dinner G20 Bali di GWK, Ternyata
- Wishnu Wishnu
- Ajang Formula E Dibandingkan dengan Asian Games 2018, Raja Pane: Enggak Elok Rasanya
- Soal Rencana Menggratiskan Pintu Tol Saat Arus Balik, Kombes Sambodo Bilang Begini