Penyaluran Bansos dengan Dukungan Teknologi Digital, Mensos: Tinggal Klik Saja
“Dengan bantuan elektronik bisa memonitor peta dan perilaku seseorang. Makanya, upaya pengawasan pun dilakukan secara elektronik,” ujar Risma.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, Mensos memastikan kesiapan Kemensos dalam mendukung kebijakan pemerintah mengantisipasi pemberlakukan
Kemensos bersama sejumlah instansi lain, berada pada klaster perlindungan sosial dengan menyediakan bansos bagi masyarakat terdampak. Mensos memastikan, data penerima bansos sudah siap sejak pekan lalu.
"Untuk meningkatkan daya beli masyarakat selama PPKM Darurat, ada tiga jenis bansos, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST)," tegasnya.
Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, untuk PKH yang menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pencairannya dimajukan pada triwulan ketiga di bulan Juli.
BPNT/Kartu Sembako dari semula menjangkau 15,93 juta KPM, ditingkatkan jangkauannya untuk 18,8 juta KPM dengan indeks Rp 200 ribu per KPM per bulan.
Kemudian untuk BST yang menjangkau 10 juta KPM, disalurkan selama dua bulan yakni Mei dan Juni dan dibayarkan sekaligus dua bulan pada Juli.
Indeks BST sebesar Rp 300 ribu per KPM per bulan. KPM BST adalah masyarakat terdampak pandemi yang sudah masuk dalam DTKS, yang tidak menerima PKH dan BPNT/Kartu Sembako.
Menteri Sosial Tri Rismaharini menilai dukungan teknologi digital mendukung percepatan penyaluran bansos dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
- Kemensos dan BKN Gelar Tes Pegawai Disabilitas Netra dengan Sistem Komputer CACT
- Gerak Cepat, Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Makassar
- Cloudflare 2024 Sebut Indonesia Punya Kinerja Digital Terbaik
- Peksos Berperan Strategis Wujudkan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial yang Profesional
- Belasan Perusahaan ini Raih TOP Digital Awards 2024
- Banjir Pasuruan, Kemensos Kerahkan Puluhan Tagana