Penyelundupan Tembakau di Australia Diduga Terkait Terorisme

Berdasarkan informasi terakhir, penyelidikan ABF terhadap kejahatan terorganisir tengah terhalang oleh kurangnya kapasitas modern dari lembaga ini, termasuk kemampuan untuk menggunakan perangkat pelacakan atau, dalam beberapa kondisi, mengadakan razia dan menahan tersangka tanpa dukungan dari AFP.
Mengingat keamanan perbatasan merupakan isu politik yang signifikan, meski sebagian besar difokuskan pada penyelundupan manusia, pengungkapan ini memunculkan tekanan bagi Pemerintah Australia untuk menyikapi kekhawatiran seputar kekuatan ABF dan sumber dayanya.

ABC
Berpotensi timbulkan korupsi
Perdagangan gelap tembakau mendapat perhatian yang jauh lebih sedikit dari polisi dan badan keamanan bila dibandingkan dengan terorisme, narkoba dan perdagangan senjata serta penyelundupan manusia, meski ada potensi tumpang tindih di antara jenis kejahatan itu.
Tertarik akan aliran pendapatan yangbesar dan hukuman yang lebih rendah bagi penyelundup tembakau yang tertangkap, para penjahat terorganisir dengan senang hati beralih ke perdagangan ini, lalu menggunakan hasil penyelundupan tembakau untuk membiayai kegiatan lainnya.
Para penyidik yang dikomandani Kompol Wayne, bersama dengan AFP dan Kepolisian New South Wales, telah menemukan sindikat penyelundupan di Sydney -yang menggunakan sejumlah sektor untuk mendapatkan izin dari Pemerintah Australia dalam mengoperasikan depo kargo atau agen bea cukai. Hal ini kemudian digunakan untuk memfasilitasi impor selundupan lebih lanjut.
"Kegiatan itu digunakan untuk membiayai impor narkoba. Ada juga bukti bahwa hal itu digunakan dalam aksi kejahatan terencana serius lainnya,†katanya.
Australia mungkin tak menyamakan penyelundupan tembakau ilegal dengan perdagangan narkoba atau penggalangan dana terorisme, tapi para pejabat keamanan
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya