Penyuluh dan Petani Ngawi Modifikasi Pertemuan SL Untuk Percepatan Tanam

Namun karena ada pemberlakukan PSBB proses itu diubah.
Kini penyuluh pemandu SL yang mendatangi para petani ketika mereka melakukan aktivitas di lahan sawah.
“Ini siasat yang kami pilih untuk memanfaatkan momentum ketersediaan air di awal musim kemarau dengan percepatan tanam. Selain itu, agar proses percepatan tanam petani terkawal, dan pendampingan penerapan teknologi yang direkomendasikan tetap bias berjalan,” jelas Nina.
Untuk kegiatan SL yang dibiayai dari dana hibah Proyek IPDMIP, tahun 2020 ini Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menargetkan sebanyak 60 unit SL yang akan melibatkan petani peserta sebanyak 1.800 orang.
Menurutnya, Ngawi merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang mendapat dana hibah dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan Proyek IPDMIP selama enam tahun.
Di Ngawi, lokasi pemberdayaan petani dalam rangka Proyek IPDMIP tersebar di 13 daerah irigasi (DI), terdiri atas satu DI kewenangan provinsi dan 12 DI kewenangan kabupaten.
Total areal sawah yang dilayani rehabilitasi jaringan irigasinya oleh Dinas PUPR dan pemberdayaan petaninya oleh Dinas Pertanian adalah seluas 2.462 hektare.
Menurut Nina, untuk periode April-September (ASEP) 2020, luas areal tanam di Kabupaten Ngawi akan mencapai 52.714 Ha.
Ngawi merupakan salah satu dari 9 daerah di Jatim yang mendapat dana hibah dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan Proyek IPDMIP.
- Santri Turun ke Desa, Kembangkan Pertanian dan Peternakan
- Bayer Hadirkan Inovasi Berbasis Sains Untuk Kesehatan & Pertanian Indonesia
- Bulog Jatim Gandeng DPW Tani Merdeka untuk Serap Gabah Petani
- BPPSDMP Kementan Buka Pendaftaran Young Ambassador Agriculture 2025
- Hortikultura Jadi Tantangan dan Peluang buat Penyuluh Pertanian
- Kementan Gandeng Densus 88, Dorong Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Sektor Pertanian