Penyuluh & Petani Buktikan Pertanian Ramah Lingkungan Tingkatkan Produktivitas

"Selain memproduksi panen, juga memperbaiki tanah. Karena makanan yang sehat berasal dari budidaya yang sehat. Ini sebagai upaya mendukung pola hidup sehat," imbuhnya.
Dia mengatakan, membudidayakan tanaman yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia bisa diterapkan dan hasilnya sangat memuaskan, seperti yang diterapkan Yohan.
Rata-rata pH tanah mengalami kenaikan dari sebelumnya. Jika semula pH 4 – 5, kini menjadi pH 5,5 – 6, kandungan bahan organik di dalam tanah juga meningkat, penggunaan pupuk dan pestisida kimia sangat minim, serta hasil panen rata-rata menunjukkan peningkatan antara 10-20 persen.
Yohan juga menggunakan asap cair serta bahan formulasi dari limbah rumah tangga. Bahan-bahan tersebut menjadi andalannya untuk meningkatkan hasil produksi dan penanganan hama penyakit.
Yohan beserta anggota kelompoknya memanfaatkan penggunaan mekanisasi pertanian, seperti rice transplanter di awal tanam dan combine harvester di waktu panen.
Dengan demikian, sangat memengaruhi efisiensi biaya dan efektivitas waktu serta tenaga kerja yang digunakan.
"Dengan memanfaatkan alat dan mekanisasi pertanian, bibit dan pupuk dengan kualitas baik maka akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi," ujar Fatoni. (*/jpnn)
Membudidayakan pertanian yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia bisa diterapkan dan hasilnya sangat memuaskan
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan
- Santri Turun ke Desa, Kembangkan Pertanian dan Peternakan
- Bayer Hadirkan Inovasi Berbasis Sains Untuk Kesehatan & Pertanian Indonesia
- Bulog Jatim Gandeng DPW Tani Merdeka untuk Serap Gabah Petani
- Hortikultura Jadi Tantangan dan Peluang buat Penyuluh Pertanian
- Kementan Gandeng Densus 88, Dorong Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Sektor Pertanian
- Mentan Amran Yakin Sumsel Bisa Peringkat Satu Penghasil Beras Nasional: Gubernurnya Petarung