Perampingan Birokrasi, 10 K/L Segera Diaudit
Jumat, 19 April 2013 – 22:37 WIB

Perampingan Birokrasi, 10 K/L Segera Diaudit
JAKARTA - Proses perampingan 16 kementerian/lembaga (K/L) semakin menunjukkan kemajuan. Restrukturisasi tiga K/L sudah diselesaikan Rancangan Perpres-nya. Yakni organisasi Kementerian PAN-RB, Badan Kepegawiaan Negara (BKN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Tasdik menambahkan, rencana audit ini sudah disetujui Wapres Boediono. Bahkan Wapres sudah memerintahkan agar audit segera direalisasikan terhadap 16 K/L.
Sedangkan tiga K/L yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian dan ANRI tengah proses audit. 10 K/L yang menyusul untuk diaudit adalah Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian PU, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), serta BPKP.
Baca Juga:
Sekretaris KemenPAN-RB Tasdik Kinanto mengatakan, audit dan evaluasi ini bertujuan untuk mengurangi diferensiasi dan fragmentasi diantara masing-masing K/L. ”Audit dimaksudkan untuk mengecek sampai sejauh mana tingkat kesehatan dari masing-masing K/L,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima JPNN, Jumat (19/4) malam.
Baca Juga:
JAKARTA - Proses perampingan 16 kementerian/lembaga (K/L) semakin menunjukkan kemajuan. Restrukturisasi tiga K/L sudah diselesaikan Rancangan Perpres-nya.
BERITA TERKAIT
- Penggunaan Listrik di Jakarta Diprediksi Meningkat Selama Ramadan
- Menteri Trenggono Sebut Kasus Pagar Laut di Tangerang Dilimpahkan ke Bareskrim
- Polisi Sudah Antisipasi Titik Kepadatan Kendaraan Selama Ramadan di Jakarta
- Pelajar Indonesia Raih Prestasi Gemilang dalam Ujian Cambridge International
- Berkontribusi Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia Gelar Seminar Dokter Nasional
- Oneject Indonesia Luncurkan Mesin Hemodialisa & Kantong Cuci Darah, Menkes Bilang Begini