Perang Dagang Australia dan Tiongkok Makin Panas, Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham masih belum bisa menghubungi mitranya dari Tiongkok.
Pekan lalu dia meminta Tiongkok untuk mengklarifikasi posisinya tentang penangguhan perdagangan tersebut, dengan mengatakan jika mereka tidak punya motivasi politik, maka eksportir perlu tahu mengapa barang mereka diblokir.
"Pintu [komunikasi] sudah dibuka ... kini bola ada di lapangan mereka," katanya.

Pilihan apa yang dimiliki Australia?
Inilah yang berat.
Faktanya sudah tertulis dengan jelas selama beberapa tahun ini jika Australia sangat bergantung pada Tiongkok.
Pemerintah bisa saja mengatakan akan berusaha untuk membuka pasar baru, tetapi beberapa pedagang di Australia menilai langkah ini sudah terlambat.
Perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani dengan Indonesia awal tahun ini akan membantu beberapa industri, sementara yang lain harus menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi dari kesepakatan perdagangan mendatang dengan Uni Eropa dan Inggris.
Ketegangan antara Tiongkok dan Australia telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi