Perang Facebook Vs Pemerintah Australia Selesai, Siapa yang Kalah?

Akankah Facebook membayar lebih sedikit?
Sepertinya.
Di bawah aturan tersebut, Facebook harus bernegosiasi dengan perusahaan media penyedia layanan berita sesuai dengan aturan yang ketat, kata Profesor Leaver.
Sekarang kesepakatan ini dilakukan secara tertutup.
Kita belum tahu berapa banyak Facebook akan membayar produser berita, tetapi James Meese, seorang peneliti hukum dan kebijakan media di RMIT University, memperkirakan besarannya bisa serupa dengan apa yang saat ini dibayarkan kepada perusahaan media di negara lain untuk penggunaan konten mereka di Facebook News.
Facebook News, yang merupakan fitur baru dalam aplikasi yang menampilkan konten asli jurnalistik adalah fitur baru yang diluncurkan perusahaan di Inggris.
"Mereka berencana untuk memperkenalkan Facebook News di Australia suatu saat nanti," kata Dr Meese.
"Membayar sejumlah uang kepada perushaan media dan penyedia berita adalah bisnis seperti biasa bagi mereka."

Konten berita dari Australia kembali muncul di Facebook setelah raksasa media sosial itu setuju membatalkan pemblokiran konten berita bagi penggunanya di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi