Perang Facebook Vs Pemerintah Australia Selesai, Siapa yang Kalah?

Di samping ketentuan soal pendapatan bagi perusahaan teknologi, aturan itu juga memuat persyaratan bagi platform agar membuka izin mengakses data 'engagement' dan pemberitahuan bila terdapat perubahan algoritma.
"Mereka jelas-jelas menang, namun mungkin tidak akan menjadi kemenangan terbesar," ujar Dr Meese.
"Untuk apa repot-repot membuat aturan bila tidak akan digunakan setiap saat?"
Jadi ... siapa yang menang dan siapa yang kalah?
Facebook, Google, Pemerintah Australia dan perusahaan media keluar sebagai pemenang dalam peristiwa ini, ungkap Dr Meese.
Ia memberikan nilai "B-plus" untuk kinerja pemerintah dan "C" untuk kinerja Facebook.
Facebook menang dengan kerugian humas. Disengaja atau tidak, larangan berita yang diberlakukannya telah menimbulkan kekacauan, menutup akses pada informasi penting yang disediakan akun lembaga yang memberikan layanan darurat di tengah kebakaran hutan yang melanda Australia Barat.
"Facebook mengira mereka menang, tapi menurut saya mereka salah membaca keadaan," ungkap Profesor Leaver.
"Warga Australia lebih marah dari yang mereka kira."
Konten berita dari Australia kembali muncul di Facebook setelah raksasa media sosial itu setuju membatalkan pemblokiran konten berita bagi penggunanya di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi