Perang Facebook Vs Pemerintah Australia Selesai, Siapa yang Kalah?

Unggahan blog dari wakil presiden urusan global dan komunikasi Facebook tidak menyatakan permohonan maaf atas larangan akses berita yang sempat diberlakukan.
Google mendapatkan citra yang lebih baik akibat larangan berita Facebook, kata Profesor Leaver.
Setelah memasang kampanye humas dan mengancam untuk menarik layanannya, Google tiba-tiba mundur dan membuat kesepakatan dengan perusahaan media sebagai gantinya.
Google juga sempat menikmati hasil negosiasi Facebook dan terbayar dengan reputasinya.
Bagaimana dengan warga Australia?
Mereka semua kalah, ujar Profesor Leaver.
Di satu sisi, mereka menanggung gangguan akibat larangan berita dan Facebook, yang memperlakukan mereka seperti lawan politik selama seminggu.
Di sisi lain, mereka juga akan menerima keuntungan puluhan dari jutaan dolar yang kini dapat diinvestasikan pada bidang jurnalistik.
Namun, tidak ada jaminan bahwa perusahaan pemberitaan akan memberikan uang tersebut untuk kepentingan jurnalistik berbasis kepentingan umum sama sekali, menurut Profesor Leaver.
Konten berita dari Australia kembali muncul di Facebook setelah raksasa media sosial itu setuju membatalkan pemblokiran konten berita bagi penggunanya di Australia
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang