Perang Harga, Impor Berpotensi Meningkat
jpnn.com - JAKARTA - Sejumlah negara menurunkan harga jual produk ekspornya supaya bisa tetap bisa meraih pasar di tengah lesunya perekonomian dunia saat ini.
Untuk itu pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap produk impor yang dijual lebih murah dibanding di negaranya (dumping).
"Kami khawatirkan jika perekonomian global semakin menurun dampaknya akan ke harga-harga. Banyak produk impor yang sekarang harganya mulai diturunkan karena penyerapan pasarnya cukup rendah. Ini berpotensi membuat impor semakin meningkat," ujar Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo kemarin (15/5).
Widodo memprediksi impor akan cenderung meningkat dari negara-negara produsen elektronik seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Vietnam. Bahkan produk-produk makanan minuman dari Singapura dan Malaysia juga cenderung menurunkan harga. "Persaingan harga mulai terlihat," tambahnya.
Perang harga tidak terhindarkan dilakukan banyak negara untuk menjaga pasar ekspor di tengah lesunya perekonomian dunia. Fenomena perang harga akan membuat harga barang menjadi lebih murah namun bisa menimbulkan masalah.
"Saat harga turun impor cenderung meningkat, itu membuat produsen dalam negeri akan semakin tertekan," tegasnya.
Di samping itu arus masuk barang impor dengan harga yang lebih murah membuat pemerintah harus berhati-hati mengantisipasi terjadinya dumping. Dalam situasi seperti sekarang ini, banyak yang menjual barangnya lebih murah dibanding di negaranya.
Kemendag meminta masyarakat lebih cermat dalam melihat kualitas barang bukan cuma dari harganya yang murah. Menurut Widodo, menggunakan barang dengan harga murah belum tentu aman. "Lihat obeng murahan kalau dari sisi kualitas, untuk membuka yang keras sedikit ujungnya langsung rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Akhirnya harus beli lagi," tukasnya.
JAKARTA - Sejumlah negara menurunkan harga jual produk ekspornya supaya bisa tetap bisa meraih pasar di tengah lesunya perekonomian dunia saat ini.
- Jembatani Kebutuhan Diaspora, Master Bagasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- Harga Emas Antam Hari Ini 7 Januari 2025 Turun Tipis, Berikut Daftarnya
- Realisasi APBN untuk Subsidi BBM hingga Listrik 2024 Capai Rp 434,3 Triliun
- Pemkab Sukoharjo Sebut 7.000 Lowongan Kerja Siap Menampung Eks Karyawan Sritex
- Pakar Dorong Apple Segera Bangun Pabrik di Indonesia
- Dana Kelola Tembus Rp50 Triliun di Akhir 2024, Wujud Kepercayaan Investor pada BRI-MI