Perang Konsulat
Oleh Dahlan Iskan
.jpeg)
Chengdu adalah kota terbesar di wilayah barat Tiongkok. Bertetangga dengan Tibet.
Semua penerbangan ke Lhasa, ibu kota Tibet, transit di Chengdu. Demikian juga semua kereta cepat dan lambat.
Penutupan Konsulat Tiongkok di Houston itu memang dramatik. Mungkin agar menarik perhatian.
Amerika hanya memberi waktu 72 jam. Harus sudah tutup.
Tentu kepanikan terjadi. Terutama bagaimana harus membuang barang-barang yang tidak perlu diangkut ke tempat lain. Maka terlihatlah ada asap membumbung dari dalam gedung konsulat itu.
Polisi Houston pun ke gedung itu. Demikian juga pemadam kebakaran.
Dari luar tercium bau kertas terbakar. Maka kesimpulan yang diambil: konsulat itu membakar dokumen-dokumen rahasia. Sebelum gedung itu di kosongkan.
"Itu standar internasional biasa," ujar Konsul Tiongkok di Houston kepada media di sana. "Itu terjadi di mana-mana. Kedutaan negara mana pun membakar dokumen yang tidak penting, yang tidak perlu diselamatkan," tambahnya.
Belakangan, Amerika seperti lelah membela Tibet. Apalagi Tiongkok memang dengan nyata membangun dan memakmurkan Tibet.
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Pagar Danau
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Kaya Susah