Perang Syria Menyebar ke Perbatasan
Bentrok Pro dan Anti-Assad di Lebanon, 10 Tewas
Kamis, 23 Agustus 2012 – 09:56 WIB

Perang Syria Menyebar ke Perbatasan
Rustam dilaporkan tewas saat mendukung perjuangan oposisi Syria melawan pasukan Assad di salah satu distrik. Pria 24 tahun itu diperkirakan tewas pada 11-13 Agustus lalu. ’’Dia syahid dalam pertempuran di Syria,’’ terang situs Islami tersebut. Putra militan nomor satu Chechnya itu sempat mengenyam pendidikan tentang Islam di salah satu negara Timur Tengah dan memutuskan untuk berjuang di Syria musim panas lalu.
Dalam perkembangan lain, Prancis mengaku mengalirkan bantuan militer nonsenjata kepada kelompok oposisi. Paris memberikan bantuan militer itu kepada FSA. ’’Pada tingkat militer, kami telah memberikan bantuan sesuai permintaan Dewan Nasional Syria (SNC) dan kelompok oposisi Syria berupa perlindungan dan sarana komunikasi,’’ ungkap Perdana Menteri (PM) Prancis Jean-Marc Ayrault dalam wawancara dengan stasiun radio BFMTV-RMC kemarin.
Dia menegaskan bahwa Prancis tetap memegang teguh prinsip untuk tidak memberikan bantuan senjata. Apalagi, lanjut dia, oposisi Syria tidak pernah memohon bantuan berupa aksi militer.
Secara terpisah, Rusia memperingatkan negara-negara Barat agar tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri dalam mereaksi krisis Syria. Sikap Rusia, sekutu utama Syria, itu dilontarkan setelah Presiden AS Barack Obama merilis ancaman bahwa Washington tidak akan segan mengirimkan pasukannya untuk memerangi rezim Assad. Hal itu akan dilakukan AS jika Assad nekat menggunakan senjata kimia dalam memerangi oposisi di Syria. (AFP/AP/RTR/hep/dwi)
DAMASKUS – Kekerasan di Syria sejauh ini memicu kekhawatiran dunia. Sebab, perang saudara di negeri itu tak mustahil meluas ke negara tetangganya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar