Perawat Panti Jompo Asal Indonesia Membantah Stereotip di Tengah Kurangnya Pekerja Laki-laki

Ia juga berpendapat bahwa baik atau tidaknya kinerja pekerja panti jompo kembali kepada pribadi masing-masing.
"Semua itu balik lagi tergantung apakah mereka memang punya passion dan suka dengan pekerjaan di bidang aged care ini," katanya.
"Dan apakah mereka punya kemampuan dan cukup berkompetensi untuk bekerja sama dengan lansia karena ini bukan pekerjaan yang mudah."
Fransi mengutamakan niat baik dalam melakukan pekerjaannya di panti jompo.
Ini tetap harus dilakukannya meski sempat mengalami penolakan dari residen panti jompo yang sebagian besar adalah warga Australia dengan keturunan Eropa, karena latar belakang etnisnya.
"[Mereka] mulanya enggan. Namun pendekatan saya adalah kita berusaha tetap membantu, dan lama-lama mereka akan terbiasa dan menerima.
"Manusia itu selalu bisa beradaptasi di tempat kerja, baik penghuni maupun kita pekerja, kalau memang niatnya mau bekerja."
Simak artikel lainnya dari ABC Indonesia
Industri panti jompo Australia masih didominasi oleh pekerja perempuan di tengah banyaknya stereotip dan hal lain yang menyebabkan laki-laki enggan menggelutinya
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Brand Kuliner Ini Berbagi Berkah Ramadan ke Panti Jompo