Perbaharui Data Penduduk, Peserta Jamkesmas Bertambah
Jumat, 27 Mei 2011 – 06:19 WIB

Perbaharui Data Penduduk, Peserta Jamkesmas Bertambah
JAKARTA - Persoalan data kependudukan, menjadi salah satu faktor pemerataan peserta Jamkesmas. Saat ini, pemerintah mengklaim, sekitar 59 persen penduduk tercover dengan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tersebut. Pemerintah pun menargetkan jumlah peserta Jamkesmas bisa bertambah lewat pembaharuan data kependudukan.
"Sejauh ini memang baru sekitar 76 juta masyarakat kurang mampu yang menjadi peserta Jamkesmas. Tapi dengan pembaharuan data kependudukan, jumlah tersebut bisa bertambah," papar Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (Kapus PJK) drg Usman Sumantri Msc, di Jakarta, kemarin (26/5).
Baca Juga:
Menurut Usman, pembaharuan data kependudukan pada Badan Pusat Statistik (BPS) sangat diperlukan. Hal tersebut terkait pendataan warga sangat miskin, dan akan miskin untuk menyamakan data dengan data milik Jaminan kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan.
"Data kependudukan itu harus selalu diupdate. Kalau ada yang dulunya miskin, kemudian sekarang sudah kaya, ya harus berhenti jadi peserta Jamkesmas atau sebaliknya. Jadi bisa tepat sasaran,"jelasnya.
JAKARTA - Persoalan data kependudukan, menjadi salah satu faktor pemerataan peserta Jamkesmas. Saat ini, pemerintah mengklaim, sekitar 59 persen
BERITA TERKAIT
- Marak PHK, Wamenaker: Masih Banyak Lapangan Kerja
- Bank Mega & IHH Healthcare Singapura Bersinergi Beri Layanan Kesehatan bagi Nasabah MegaFirst
- Bamus Betawi Berpartisipasi dalam Kegiatan Internasional Malaysia Madani
- Level Up Peradi: UU Desain Industri Sudah Kedaluwarsa, Harus Direvisi
- Soal Polemik THR Mitra, Pakar: Tuntutan Populis yang Kontradiktif dengan Regulasi
- Evie Yulin Bakal Menjadi Ketua IPMG Mulai April Ini