Perbandingan Laba Bersih BTN, BCA, BNI, dan BRI
’’Dihadapkan pada ketidakpastian perubahan suku bunga global, risiko ketidakstabilan arus dana global, kami akan memperhatikan posisi likuiditas dan permodalan yang kukuh sementara terus berupaya mempertahankan kualitas kredit,’’ kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.
NPL perbankan nasional sepanjang tahun ini pun diharapkan terus menunjukkan tren penurunan.
Alasannya, harga komoditas mulai membaik sehingga memengaruhi kelancaran usaha nasabah dari segmen korporasi. Di sisi lain, nilai tukar juga terpantau stabil.
’’Dari sisi korporasi pun, sekarang mulai dilakukan efisiensi di banyak hal. Salah satunya dari sisi pembayaran utang. Mereka jadi lebih baik untuk membenahi keuangan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,’’ kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo.
Analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, investor berharap perbankan mampu menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang baik pada tahun ini.
Selain itu, laporan keuangan yang merah karena kredit macet harus bisa dibenahi. Ekspansi dan akuisisi yang dilakukan perbankan tahun ini juga dapat menjadi sentimen positif.
’’Sebenarnya, saya kira kondisi NPL belum bisa hilang dari bank-bank besar. Makanya, bagaimana memperbaiki penagihan dan memilih sektor yang tepat untuk kredit, itu penting. Soalnya, kalau usaha nasabah lagi turun, ya mau bagaimana. Akhirnya hanya bisa mengandalkan pencadangan kan,’’ ujarnya. (rin/c22/noe)
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat pertumbuhan laba bersih sangat tinggi.
Redaktur & Reporter : Ragil
- 5 Strategi Bisnis BNI Menghadapi Tantangan Perekonomian 2025
- Efek PPN 12 Persen, 3 Jenis Kredit Perbankan Ini Bakal Naik
- Strategi BNI Perkuat Bisnis Konsumer & Korporasi untuk Perekonomian Sepanjang 2024
- Tolong Disimak, Perbankan Diminta Blokir 8.500 Rekening Judi Online
- Menutup 2024, BRI Life Gelar Serangkaian Kegiatan TJSL
- Pengguna Aplikasi Wondr by BNI Siap-Siap Dapat Kiriman Laporan Financial