Percayalah, Masyarakat Aborigin Australia Paham Betul Penderitaan George Floyd

Padahal kejadiannya tak berselang lama setelah puluhan ribu orang melakukan aksi demo menentang Hari Australia dan perubahan iklim. Hanya berjarak beberapa blok dari sana.
Sampai sekarang pun tak ada petugas yang didakwa atas kematian Dungay.
Protes terbesar soal kematian dalam tahanan di Australia saya saksikan tahun lalu di Alice Springs.
Seorang remaja dari suku Walpiri, Kumanjayi Walker (19), tewas di rumahnya setelah diduga ditembak oleh seorang polisi kulit. Kejadian ini berlangsung di Yuendumu, suatu komunitas terpencil yang dihuni sekitar 1000 orang.
Dalam aksi protes itu, ratusan orang melakukan perjalanan berjam-jam dari rumah mereka di kawasan tengah Australia dan menduduki alun-alun kota Alice Springs.

Ada kerumitan lain bagi masyarakat pribumi seperti ini, sebab Bahasa Inggris bukanlah bahasa utama mereka. Menentukan siapa yang tampil bicara juga harus melalui protokol budaya setempat.
Saya menemui seorang ibu yang menggendong bayinya dan mengaku sangat khawatir bila nanti anaknya itu akan berakhir di peti mati dengan luka tembak di tubuhnya.
Kesedihan mendalam yang dirasakan akibat kematian George Floyd di Amerika Serikat sudah sangat dipahami oleh masyarakat Aborigin di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi