Percayalah, Masyarakat Aborigin Australia Paham Betul Penderitaan George Floyd


Sebagai reporter di pedalaman, saya ingat beberapa tahun lalu ada kerusuhan di daerah Woorabinda, suatu komunitas yang dihuni 900-an orang di Queensland tengah.
Seorang wanita pribumi yang sedang hamil menuduh polisi menarik dan menjatuhkan dia ke tanah saat diperiksa soal sabuk pengaman.
Warga kota pun geram dengan tindakan polisi tersebut, sehingga memicu huru-hara selama beberapa hari. Ada beberapa laporan mengenai peristiwa ini namun umumnya tidak mendapatkan perhatian luas.
Insiden itu pernah diselidiki oleh Komisi Kejahatan dan Korupsi di Queensland, namn hingga kini belum ada tindak lanjutnya.
Jika terjadi di luar perhatian sebagian besar warga Australia, di luar jangkauan media sosial, akan mudah terabaikan.

Tapi Amerika bisa memberi pelajaran bahwa dibutuhkan lebih dari aktivisme medsos, meme rasisme dan aksi demo untuk bisa menumbangkan rasisme institusional.
Kesedihan mendalam yang dirasakan akibat kematian George Floyd di Amerika Serikat sudah sangat dipahami oleh masyarakat Aborigin di Australia
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana