Percayalah, Masyarakat Aborigin Australia Paham Betul Penderitaan George Floyd
Selasa, 02 Juni 2020 – 23:50 WIB

Aksi demonstrasi saat Pertemuan G20 di Brisbane tahun 2014 memprotes kematian sejumlah warga Aborigin dalam tahanan. (ABC News: Giulio Saggin)
Amerika mungkin mendapatkan perhatian dunia, para pesohor dan selebriti, bahkan dari presiden kulit hitam pertama di sana. Namun seperti di Australia, masalah ketidakadilan di sana mash berlanjut.
Diterjemahkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini.
Kesedihan mendalam yang dirasakan akibat kematian George Floyd di Amerika Serikat sudah sangat dipahami oleh masyarakat Aborigin di Australia
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana