Percayalah, Razia LGBT di Depok Hanya Akan Menimbulkan Masalah Baru?

Sebagai "mahluk sosial", ia mengecam bentuk razia yang ujungnya berpotensi mendiskreditkan kelompok LGBT.
Meskipun dari kacamata agama perilaku ini tidak bisa dibenarkan, menurut Arif, orientasi seksual adalah ranah privat dan pilihan masing-masing orang.
Ia juga meragukan kapasitas mereka yang nantinya akan melakukan razia.
"Siapa yang akan merazia? Polisi? Dinas Kota Depok? Siapa? Kepentingannya apa? Saya ragu mereka juga punya kapasitas [untuk membuat keadaan lebih baik]", imbuhnya.
Warga Depok lainnya, Sugiman Widodo, juga meminta Pemerintah Kota Depok agar lebih memberikan perhatian pada masalah yang lebih jelas dan nyata urgensinya daripada ke kelompok LGBT.
"Pendekatan Walikota Depok sangat religius tetapi tidak proporsional, sehingga mengabaikan masalah yang menurut saya lebih urgent dan menjadi masalah sehari-hari warga Depok, yaitu kemacetan dan sampah," katanya.
Wali Kota Depok, Jawa Barat, Mohammad Idris berencana untuk melakukan razia terhadap komunitas LGBT, tapi beberapa unsur masyarakat menganggap kebijakan ini berpotensi timbulkan masalah baru
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana