Percepat Penanganan Stunting, Mensos Rumuskan Roadmap di Lintas K/L

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) berupaya keras mempercepat penanganan stunting di Indonesia melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau Program Sembako dengan memilih komuditas beras fortifikasi.
Mensos Juliari menugaskan Sekjen Kemensos membentuk satu tim lintas kementerian/lembaga (K/L) guna mendorong percepatan progra,.
Tugasnya adalah untuk segera merumuskan roadmap mengenai penggunaan beras fortifikasi terhadap BPNT.
“Untuk mempercepat, saya mengagendakan rapat dengan K/L terkait agar kebijakan ini dapat disepakati oleh lintas K/L sehingga implementasi lebih kuat,” kata Mensos Juliari, Selasa (13/10).
Berbagai kajian terkait dalam penggunaan beras fortifikasi diyakini bisa digunakan dengan baik dalam program bansos pangan yang sudah dijalankan selama ini.
“Maka, saya meminta K/L terkait untuk turut mendukung sehingga masalah stunting di Indonesia dapat dikurangi secara efektif dan massif,” kata Mensos Ari – demikian sapaan akrabnya.
Kemensos mendapat penugasan dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penanganan stunting.
“Kami ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo antara lain untuk mempercepat penanganan stunting di Indonesia agar target 14% tercapai dengan BPNT,” ujar Mensos, dalam rapat virtual di Jakarta, Senin (12/10).
Kemensos berupaya mempercepat penanganan stunting di Indonesia melalui program BPNT.
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- Dukung Sekolah Rakyat, Gubernur Sherly Tjoanda Siapkan Lahan 10 Hektare
- Sido Muncul Berikan Bantuan Rp 425 Juta untuk Anak Terduga Stunting di Jonggol
- Bukber Pegawai Kemensos, Gus Ipul Serukan Solidaritas dan Kepedulian ke Sesama
- Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Andalkan DMS Cazbox by Metranet untuk Atasi Stunting
- 4 Sekolah Rakyat Dibangun di Jateng, Dana & Guru Disiapkan Pemerintah Pusat