Perceraian dan Perselingkuhan, Anak-anak jadi Korban
Reza membeberkan, orang tua semula digadang-gadang menjadi pemimpin politik. Mendadak terempas, masuk hotel prodeo.
Juga ada yang sempat dielu-elukan sebagai panutan, kemudian terjun bebas karena ketahuan main perempuan. Kondisi ini sangat tidak ideal bagi perkembangan anak.
"Perceraian bukan titik akhir. Sebagaimana kasus dengan jumlah tertinggi yang masuk ke LPAI. Huru-hara perceraian berlanjut ke perebutan kuasa asuh yang berkepanjangan. Puncaknya, akses anak untuk bertemu salah satu orang tua disumbat total oleh orang tua yang lain. Anak seolah menjadi yatim piatu justru ketika kedua org tuanya masih ada. Prediksi saya, pascakontestasi politik, masalah-masalah rumah tangga bakal membeludak," pungkasnya. (esy/jpnn)
Perceraian kerap kali menjadikan anak-anak menjadi korban, karena sulit untuk sekadar bertemu orang tua mereka.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Resmi Bercerai, Armor Wajib Nafkahi Cut Intan Rp 15 Juta Setiap Bulan
- Lewati Ramadan Tanpa Istri, Baim Wong: Aman Aman Saja
- 13 Ribu Penghulu Dilatih AI Talent DNA ESQ, Siap Tekan Angka Perceraian
- 30 Perusahaan di Kota Tangerang Deklarasi Komitmen Penuhi Hak Perempuan & Anak Pascaperceraian
- Konon Kanye West dan Bianca Censori Berpisah, Rumor Perceraian Mencuat
- Cerai dari Asri Welas, Galiech: Berat Melepaskan, Tetapi Harus Ikhlas